Selasa, 20 Oktober 2015


Manfaat Melinjo bagi kesehatan


manfaat melinjo untuk kesehatan
Melinjo telah lama dikenal sebagai salah satu bahan untuk pembuatan emping, yang dikenal dengan emping melinjo. Selain umum dibuat emping, untuk mengkonsumsi biji melinjo juga biasa dilakukan dengan hanya merebusnya saja. Melinjo memiliki rasa khas setengah pahit, namun juga gurih dan lezat. Mungkin itu adalah alasan banyak orang yang menyukai biji melinjo. Meskipun demikian  banyak juga orang yang menjauhi makan melinjo karena dianggap bisa membuat sakit asam urat. Benarkah demikian?

Advertisement

Berikut mengenai melinjo dan manfaatnya bagi kesehatan

Buah Melinjo (Gnetum gnemon L.) telah digunakan sebagai makanan di Asia Tenggara dan menurut penelitian yang pernah dilakukan, melinjo ternyata kaya akan antioksidan yang dapat memperkuat ketahanan tubuh dari radkal bebas. Hal ini seperti yang telah dilakukan penelitian oleh seorang Peneliti dari Universitas Jember, Tri Agus Siswoyo. Dia menilai bahwa aktivitas antioksidan dalam biji melinjo setara dengan vitamin C. Aktivitas antioksidan melinjo ini diperoleh dari konsentrasi proteinnya yang tinggi, yaitu 90-10 persen untuk setiap biji melinjo.
Protein utama pada biji melinjo inilah yang dipercaya sangat efektif untuk menanggulangi radikal bebas penyebab berbagai macam penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh darah, serta penuaan dini.
Menurut Tri, melinjo memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan suplemen kesehatan karena kandungan protein fungsionalnya. Selain itu, melinjo adalah tanaman yang mudah tumbuh subur, sehingga sangat gampang diperoleh dimana saja.
Sampai saat ini sudah ada studi resmi tentang penggunaan protein pada biji melinjo sebagai sumber antioksidan. Bahkan, jika penggunaan peptida antioksidan dari hidrolisis biji Gnetum gnemon ini berhasil, maka akan tersedia suplemen nutrasetikal alternatif yang murah dan aman.
Tidak seperti di negara kita ini, ternyata Jepang telah lebih dulu melihat adanya potensi antioksidan besar dari biji tanaman keluarga Gnetaceae ini. Hasil penelitian Tri Agus Siswoyo tentang isolasi dan karakterisasi peptida antioksidan dari biji melinjo ini telah membuatnya menjadi salah satu penerima dana riset dari Toray Science Foundation yang berasal dari Indonesia. Toray Science Foundation adalah  sebuah yayasan yang didirikan perusahaan tekstil dan serat sintetis terbesar di Jepang.

Mirip Ginkgo  Biloba

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, bahwa melinjo termasuk evolusi tanaman kuno yang dekat dengan tanaman ginkgo biloba yang ada di Jepang. Dengan Alasan ini pulalah yang membuat orang Jepang tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang tanaman melinjo.

Antioksidan tinggi

Ginkgo adalah salah satu spesies pohon tertua yang telah tumbuh selama sekitar 150-200 juta tahun lalu, dan dipercaya sebagai suplemen otak karena dapat memperkuat daya ingat. Daun Ginkgo juga diyakini memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang akan berperan penting dalam melawan oksidasi radikal bebas penyebab utama penuaan dini dan kepikunan.
Alasan lain yang membuat Tri tertarik untuk meneliti tanaman yang tumbuh di Asia Tenggara adalah ketahanan tanaman melinjo terhadap berbagai penyakit tanaman, baik bakteri, jamur, dan hama. Selama dua tahun belajar melinjo. Tri telah meneliti interaksi antara pati dan lipid pada biji melinjo, stabilitas protein terhadap panas dan kandungan fenolik melinjo, serta sumber antioksidan flavonoid dalam melinjo.

Antimikroba alami

  1. Hingga saat ini, doktor biokimia dari Osaka Prefecture University, Jepang telah mengisolasi dua jenis protein yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan tinggi. Mulai dari daun, kulit batang, akar, sampai biji melinjo yang ditelitinya, Tri menemukan protein yang paling potensial adalah dari bijinya. Dari hasil penelitian menunjukkan antioksidan pada biji melinjo setara dengan aktivitas antioksi dan sintetik BHT (Butylated Hydroxytolune).

Karena kedua unsur protein tersebut, telah ditemukan fungsi lain dari melinjo yaitu sebagai antimikroba alami. Yang berarti protein melinjo juga bisa dipakai sebagai pengawet makanan alami sekaligus obat untuk penyakit yang disebabkan bakteri. Peptida Gg-AMP yang diisolasi dari biji melinjo memiliki potensi aktif yang menunjukkan menghambat beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif.

Mengolah melinjo

Untuk mendapatkan manfaat melinjo, kita dapat memakan biji melinjo stelah direbusnya terlebih dahulu. Biji melinjo juga dapat digunakan sebagai campuran untuk masakan sayur. Bahkan tak hanya bijinya, bunga melinjo, daun melinjo bahkan kulit biji melinjo juga nikmat dibuat sayuran, walaupun konsentrasi protein tertinggi terdapat pada bijinya. Manfaat melinjo yang tinggi antioksidan juga telah dimanfaatkan oleh aktivis obat dan tanaman, Pudji Rahayu, dari Bekasi. Ia sering memanfaatkan biji melinjo sebagai ramuan untuk menambah daya tahan tubuh. Manfaat antioksidan dari melinjo sebenarnya sangat tinggi, sayangnya orang lebih kenal dengan melinjo hanya karena kandungan purin penyebab asam uratnya yang tinggi
Memilih melinjo sebenarnya tidak ada patokan khusus. Semua jenis pada dasarnya bisa dimanfaatkan. Biji melinjo yang buahnya masih hijau masih sangat lunak, sementara yang sudah berwarna merah atau kuning akan sangat keras. Yang berwarna merah atau kuning inilah yang berkualitas bagus.

Keamanan/ efek samping melinjo

Bagi yang memiliki asam urat sebaiknya memang tidak memakan biji melinjo, karena ia tinggi purin yang dapat berisiko asam urat (gout). Bagi yang kadar asam uratnya normal, makan melinjo janganlah berlebihan. Dosis yang dianjurkan untuk konsumsi normal, cukup segenggam biji melinjo yang direbus dalam sehari. Sebelum direbus, biji melinjo harus dicuci hingga benar-benar bersih.

http://www.tipscaramanfaat.com/manfaat-melinjo-bagi-kesehatan-866.html#sthash.kkOKeAdn.dpuf

2 komentar: